Seorang teman bertanya, katakanlah kepadaku, bagaimanakah itu sebuah cinta?
jawabku.
Adalah sebuah entiti pelengkap jiwa
Betapa ia tidak dipengaruhi oleh senyum kepalsuan
tidak dikendalikan melainkan menguasai
hati orang-orang yang percaya kepadanya tunduk perlahan
-
tidak mengapa ia percaya setiap tindakan
tidak bersalah ia menerima satu keburukan
suatu kebijaksanaanlah ia menyerap setiap pikiran
adalah seni teragungnya mengukir keseluruhan
-
Ia mengetahui keberadaan
Bukanlah ia terikat hawa nafsu
mendekatkan setiap kehilangan
mengisi separuh kehampaan kalbu
-
Ia bagaikan pisau tajam nan berat
Mengalirkan tetesan darah merah
Namun mengolah makanan lezat
Berangan secercah harapan senyum bangun merekah
-
Adakah ia sedingin kebutaan
Namun dalam angannya, hangatnya dirasakan
Adakah ia sepanas api mengalir lamban
Namun dalam perjalanannya, sebuah tunas mawar dihidupkan
-
-Fiona Liausvia- January 12, 2008, 1:38
-
NB: penulis bukan lagi jatuh cinta, malah sebenarnya harusnya sedang merasakan efek patah hati. Tulisan di atas ditulis karena… penulis emang senang nulis dan kebetulan dengerin lagu Eyes on Me. Percayalah si penulis tidak seromantis puisi terhampar, ia hanya insan kecil pemerhati keluhuran jiwa. Kata demi kata tidak perlu dimengerti, karena ia tercipta untuk dinikmati.
Eyes on Me… yupz lagu yg dibawain Faye Wong itu emg…”gmn gt”…
Soundtrack FF VIII yg emang romantis abiz…
Truz, puisi di atas lumayan romantis..seromantis kisah cinta Rinoa n Squall… Nice!
October 21, 2008 @ 7:57 pmTz: Thanks!! ^^
November 3, 2008 @ 9:45 am