flanflygirl.wordpress.com
<

Ga bener-bener ordinary sih. Buktinya gw bangun jam 12.23 siang. Abis mimpi keren. Gw mimpi berlibur ke suatu tempat, di mana gw menemukan rahasia (which is gw menemukan radio warna kuning yang mengambang di udara) yang membuat gw jadi bisa terbang, terus terlibat quest menghancurkan core-core kehidupan para orang-orang jahat yang mencoba membunuh gw. Scenenya bagus sekali dari atas. Gw mau tidur lagi… huhuu

Namun apa daya kamar sepanas musim panas di hawaii, penulis bangun dengan sempoyongan. Duduk termenung sebentar, kemudian dengan pergerakan tidak sadar mulai melipat selimut. Itulah olahraga pagi penulis. … … … selesai olahraga.

Keluar dari kamar. Memikirkan apa yang harus dilakukan. Hemm… belajar quiz yang ditetapkan oleh sekelas sebagai dosa besar gw.

Jadi tuh ceritanya, kemarin gw presentasi. Dan gw menemukan ide baru buat nyindir dosen gw. Dengan semangat 45, mulailah gw menulis proposal sangat-sangat tebal. Tau ga berapa? Jangan kaget ya kalau gw tulis angkanya. Yak, total halamannya adalah (akar dari) 121 halaman. Banyak kan? Layaknya penulis bestseller JonGrisam, gw mulai menulis sejak seminggu yang lalu, kemudian membuat slide presentasi dengan semangat. Berapa slides? Banyak bangetlah. Lagi-lagi (akar dari) 121 slides.

Ckck. Dosen gw sampai berbusa dengerin gw.
Gw : (baru baca sampai bagian body of proposal)
Dosen buleq : okay, thank you, any question?
Gw : (tercengang, dalam hati, wuaa, belum selesaaai) ehehe (ketawa dalam bahasa bule). If you DON’T mind…
Dosen buleq : Oh, I’m sorry, I thought it was over
Gw : (dalam hati, sialaaan!!! gw bikin niat-niat!!) haha, it’s okay, then … bla bla bla

Presentasi selesai. Kebebasan hidup gw dimulai di detik itu. Gw langsung duduk dengan tenang. Menertawakan semua orang setelah gw. Huahahahaha. Kemudian gw mengeluarkan buku lawak berjudul “Cinta Brontosaurus” dan ketawa-tawa. Huahahahaha.

Dan jam pelajaran pun berakhir. Yang tidak kusadari, ternyata si bapak dosen bule itu dendam sama gw karena gw tidak sengaja melihat dia bugil di intenet dan tanpa merasa bersalah menyebarkan aibnya ke teman-teman sekelas. Atau dia dendam karena gw ngeracunin dia dengan presentasi gw yang marvelous dan menertawakan dia sepanjang hari di bagian belakang kelas (padahal gw nertawain anak-anak yang presentasi. Dasar dosen sensi-an! Mentang-mentang Sency di sebelah!)

Dosen buleq : okay. Because Fiona says to add more quiz. Tomorrow we will have a quiz on the last chapter (senyum nenek sihir gigi ompong item-item)

semua tatapan membunuh langsung diarahkan ke kursi bagian agak belakang tempat gw duduk.

Gw : A.. a.. a…

Teman 1 : Aaaa… ELU sih Fi!!!
Teman 2 : Ah Fiona niiiih!
Teman 3 : MAKASIH Fi (tatapan bahagia dan tulus sekali sampai-sampai gw mau menangis terharu)
Teman 4 : Fiona sih. Kita jadi ada quiz deh. Ga mau temenan sama Fiona lagi ah (kayak ngegodain anak kecil. Gw emang awet muda sih. Kebanyakan nelen formalinnya white rabbit)

dan dosen itu, dengan lenggang kakungnya langsung melenggang pergi bak pragawan dapat award the best pragawan of the year sebagai pragawan perut paling gendut seantero jagat.

31 Juli 2007, 15.00, Fiona resmi jadi musuh satu kelas

Kemudian, dengan penuh kedendaman, teman-teman baikku ngajak nonton “Alone”. Tujuannya biar Fiona keselek makan popcorn waktu nonton, dan dilarikan ke rumah sakit. Jadi mereka bisa bilang “Sir, Fiona is absent today. Can we go and see her at the hospital?We can’t have a quiz without her.. huuhuuu”

Goblok. Ya ga mungkin lah.

Intinya, gw nonton Alone. Berbekal jaket warisan nyokap untuk diremas dan melindungi serangan hantu, gw duduk dengan percaya diri di dalam blitz.

Nothing happened. Gw ga keselek. Temen-temen gw pada kecewa. (hahaa. JK my fello’ friends’. I know you’re all so kind to me).

Kemudian, saya pulang dengan bahagia. Diantar oleh teman-teman yang sangat baik, yang kebelet di daerah PIM dan minjem WC Pertamina tanpa bayar, yang akhirnya menyadari betapa menderitanya penulis setiap hari harus pulang bolak balik sangat jauh tanpa bisa ke WC (lhoo?).

Pulang-pulang, nonton film goblok. Judulnya Chinese Tall Story.
Scene KEREN
Background Music KEREN
Sungokong KEREN
Monster KEREN
Tongkat Sungokong SANGAT KEREN
Tong Sam Cong LAWAK
Plot SUPER LAWAK

Chinese Tall Story sebenarnya menjelaskan bagaimana kaw bisa ber-homo dengan kuda dan tetap diterima baik oleh publik. Tong Sam Cong ternyata memiliki seorang cinta sejati bernama Kuda Putih. Itu terjadi setelah Kuda Putih dengan gaya kerennya, mentransform tongkat sungokong layaknya “Transformer” dan menghajar monster dengan sukses menggunakan 6 buah revolver. And so, instead of falling in love to Sungokong, he fell in love with that horse.

Hmm… kreatif. Ini menjelaskan bagaimana cara Tong Sam Cong memilih kuda putih untuk diajak berjalan bermil-mil. Pilihlah kuda yang mencintaimu sepenuh hati layaknya anda adalah suami yang baik. Dengan demikian, anda bisa berjalan bersamanya sampai barat dengan bahagia.

AAAAAAA. Film aneh

sekian untuk hari ini.

August 1st, 2007 at 11:59 pm


3 Responses to “Just an Ordinary Day”
  1. 1
      TeJa says:

    fi kok u tercinta dengan kekreatifan yg sangat” merugikan org lain sih fi…
    dasar…
    tapi kocak juga gw baca blog u…
    rajin” ah huehehe…
    rajin” update yah mba…

  2. 2
      Fiona says:

    ok bos! tenang aje. gw bakal lebih stress lagi setelah ini.

  3. 3
      Henri says:

    stress yg menghilangkan stress org2 di sekitarnya. hmm boleh juga tuh…