flanflygirl.wordpress.com
<

Aku sedang menjalani hukuman kemunafikanku.

Tembok yang susah-susah kubangun… hancur berkeping-keping…

Padahal sudah kujaga baik-baik…

Benar-benar orang gagal

Tapi aku pasti tidur nyenyak

Karena tangisan selalu membuatku kelelahan

Semoga tidak membuatku mati dehidrasi

Sekarang menghadapinya setiap hari

Mungkin sampai 1 tahun ke depan

Semoga masih ada waktu

Untuk mempertanggungjawabkan kesalahan fatal ini

Setiap hari otakku memerintahkan

“tabrakkan dirimu ke mobil itu”

Padahal aku lewat banyak jalan besar tiap hari

Aku berusaha menahannya dengan sedikit akal sehatku

Setiap malam terasa menakutkan sampai menangis

Perasaan itu muncul di setiap kegelapan

Padahal malam datang selalu

Lampu kamar pun harus selalu dimatikan kalau sudah malam

Leher terasa mencekik dirinya sendiri

Lambung mulai menolak bekerja lagi

Hati…

Apa itu hati?

Oh, sudah dikuburkan bersama indahnya perasaan itu

Aku membayarnya

Selalu aku sendiri

Aku bangga, karena banyak orang bahagia karenaku

Tapi hati nurani memarahiku, katanya

“kau mencoba bunuh diri ya!!”

“tak ada jalan laiu” belaku

Memang tak ada jalan lain

Semuanya hanya kebohongan

Aku akan mati

Mungkin besok?

Semoga aku tidur nyenyak

Tadi hampir ditabrak motor

Tapi aku dengan bangganya melompat ke arahnya

Bodoh, jangan-jangan aku memang ingin mati

Mengerikan

Apa kata temanku nanti

Oh, iya, tentu saja

PENGECUT

Hari ini, perasaan tidak ada yang terkontrol dengan baik. Aku duduk dengan tatapan kosong di bus. Protes pada Tuhan, kenapa hatiku begitu sakit. Biasanya tidak begitu. Beberapa jam sembuh. Beberapa hari sembuh. Yang ini… tidak sembuh-sembuh. Aku meratap pada Tuhan, mengenai betapa menderitanya diriku. Tiba-tiba, seorang anak kecil menabrakku. Rupanya ia kesulitan untuk naik bus. Aku berusaha membantunya. Ia cacat. Tapi tetap berusaha naik.

Tuhan berkata “Apa yang kau lakukan? Anak itu saja berusaha. Masa kau tidak?”

Aku tersadar dari lamunan

Apa itu?

Tuhan berkata “Aku mengirimkan teman-temanmu. Apa yang kau lakukan? Kau benar-benar tidak menghargai pemberianku”

Tangisan dalam hati mulai terdengar

Sesampai di rumah

Aku menangis lagi

Aku benar-benar tidak pernah bersyukur

Aku… akan berusaha tersenyum lagi… tidak apa harus menangis tiap malam

Aku punya mereka

Teman baik selamanya tidak akan berpisah

… sudah hampir malam lagi …

… apa yang harus kulakukan …

… takut sekali…

July 3rd, 2007 at 2:38 am


2 Responses to “lagi PMS. don’t bother”
  1. 1
      Henri says:

    trying is different
    life never gone easy
    die is something easy
    but u know that easinesses never bring u anything
    just believe what u believe and do what u have to do
    you reap what u sow
    now you are sowing painful memory and tear
    in the future u will reap a strong and independent behavior
    some skill that everyone want to have

  2. 2
      Fiona says:

    Thank you…