flanflygirl.wordpress.com
<

Seperti biasa, membaca buku Burung Berkicau. Banyak cerita-cerita reflektif. Hope can help you all ^^V

1.Do we really need a religion in our lives? tell me why in logic reason
Pasar Malam Agama

Aku dan temanku pergi ke “Pasar malam agama”. Bukan pasar dagang. Pasar agama. Tetapi persaingannya sama sengitnya, propagandanya pun sama hebatnya.

Di kios Yahudi kami mendapat selebaran yang mengatakan bahwa Tuhan itu Maha Pengasih dan bahwa bangsa Yahudi adalah umat pilihanNya. Ya, bangsa Yahudi. Tidak ada bangsa lain yang terpilih seperti bangsa Yahudi.

Di kios Islam kami mendengar, bahwa Allah itu Maha Penyayang dan Mohammad ialah nabiNya. Keselamatan diperoleh dengan mendengarkan Nabi Tuhan yang satu-satunya ini.

Di kios Kristen kami menemukan, bahwa Tuhan adalah Cinta dan bahwa di luar Gereja tidak ada keselamatan. Silahkan mengikuti Gereja Kudus jika tidak ingin mengambil risiko masuk neraka.

Di pintu keluar aku bertanya kepada temanku: “Apakah pendapatmu tentang Tuhan?” jawabnya: “Rupanya ia penipu, fanatik, dan bengis”

Sampai di rumah aku berkata kepada Tuhan: “Bagaimana Engkau bisa tahan dengan hal seperti itu, Tuhan? Apakah Engkau tidak tahu, bahwa selama berabad-abad mereka memberi julukan jelek kepadaMu?”
Tuhan berkata: “Bukan Aku yang mengadakan Pasar Malam Agama itu. Aku bahkan merasa terlalu malu untuk mengunjunginya.”

2.How do you know that God will answer or listen to your prayers? give me the examples to give evidence on it.

Mengetahui Kristus

Wawancara antara seseorang yang baru saja bertobat dan mengikuti Kristus dengan seorang temannya yang tidak beriman

“Jadi, kau sudah bertobat menjadi pengikut Kristus?”
“Ya”
“Kalau begitu kau tahu banyak tentang Dia. Misalnya, di negara mana ia dilahirkan?”
“Aku tidak tahu”
“Berapa usiaNya waktu Ia meninggal?”
“Aku tidak tahu”
“Berapa kali Ia berkhotbah?”
“Aku tidak tahu”
“Lho, bagi orang yang menyatakan telah bertobat menjadi pengikut Kristus, kau mengetahui sedikit sekali”

Kau memang benar. Aku malu karena begitu sedikit pengetahuanku tentang Dia. Tetapi sekurang-kurangnya aku tahu hal ini. Tiga tahun yang lalu aku seorang pemabuk. Hutangku banyak, keluargaku berantakan. Anak-isteriku selalu takut, setiap kali aku pulang. Tetapi sekarang aku sudah tidak minum lagi. Hutang-hutangku sudah lunas. Keluarga kami bahagia. Anak-anak senang menantiku pulang ke rumah setiap sore. Ini semua karya Kristus bagiku. Sebanyak inilah yang saya ketahui tentang Kristus

Benar-benar mengetahui berarti: diubah oleh apa yang diketahuinya

3.How do we know what we believe in (faith) is true? explain it thoroughly!
Setan dan temannya

Pada suatu hari setan berjalan-jalan dengan seorang temannya. Mereka melihat seseorang membungkuk dan memungut sesuatu dari jalan.

“Apa yang ditemukan orang itu?” tanya si teman

“Sekeping kebenaran,” jawab setan

“Itu tidak merisaukanmu?” tanya si teman

“Tidak,” jawab setan. “Saya akan membiarkan dia menjadikannya kepercayaan agama”

Kepercayaan agama merupakan suatu tanda, yang menunjukkan jalan kepada kebenaran. Orang yang kuat-kuat berpegang pada penunjuk jalan, tidak dapat berjalan terus menuju kebenaran. Sebab, ia mengira seakan-akan sudah memilikinya.

4.Is it possible for us to be united when there are some people who are fanatic in their religion? give me the whole of your idea!

Jesus menonton pertandingan sepakbola

Jesus Kristus berkata bahwa Ia belum pernah menyaksikan pertandingan sepakbola. Maka kami, aku dan teman-temanku, mengajakNya menonton. Sebuah pertandingan sengit berlangsung antara kesebelasan Protestan dan kesebelasan Katolik.

Kesebelasan Katolik memasukkan bola terlebih dahulu. Jesus bersorak gembira dan melemparkan topinya tinggi-tinggi. Lalu ganti kesebelasan Protestan yang mencetak goal. Dan Jesus bersorak gembira serta melemparkan topinya tinggi-tinggi lagi

Hal ini rupanya membingungkan orang yang duduk di belakang kami. Orang itu menepuk pundak Jesus dan bertanya: “Saudara berteriak untuk pihak yang mana?”

“Saya?” jawab Jesus, yang rupanya saat itu sedang terpesona oleh permainan itu. “Oh, saya tidak bersorak bagi salah satu pihak. Saya hanya senang menikmati permainan ini”

Penanya itu berpaling kepada temannya dan mencemooh Jesus. “Ateis!”

Sewaktu pulang, Jesus kami beritahu tentang situasi agama di dunia dewasa ini. “Orang-orang beragama itu aneh, Tuhan.” kata kami. “Mereka selalu mengira, bahwa Allah ada di pihak mereka dan melawan orang-orang yang ada di pihak lain.”
Jesus mengangguk setuju. “Itulah sebabnya Aku tidak mendukung agama; Aku mendukung orang-orangnya,” katanya. “Orang lebih penting daripada agama. Manusia lebih penting daripada hari Sabat.”
“Tuhan, berhati-hatilah dengan kata-kataMu,” kata salah seorang di antara kami dengan was-was. “Engkau pernah disalibkan karena mengucapkan kata-kata serupa itu. “Ya – dan justru hal itu dilakukan oleh orang-orang beragama,” kata Jesus sambil tersenyum kecewa.

Lebih Baik Tidak Berdoa daripada Mengumpat

Sa’di bin Shiraz menceritakan tentang dirinya kisah berikut ini:
Ketika masih kecil, aku anak yang saleh, tekun dalam berdoa dan melakukan kebaktian. Pada suatu malam aku berjaga bersama ayahku dengan memegang kitab Al Qur’an di atas pangkuanku.
Tiap orang yang ada di kamar bersama kami mulai mengantuk dan akhirnya semuanya tertidur pulas. Maka aku berkata kepada ayahku: “Dari semua orang yang tidur ini tidak ada seorang pun yang membuka matanya dan mengangkat kepalanya untuk berdoa. Seperti mati mereka semua itu.”
Ayahku menjawab: “Anakku tercinta, aku lebih senang engkau juga tertidur dan tidak berdoa daripada mengumpat”

Membenarkan diri sendiri adalah bahaya yang sering timbul pada orang yang berusaha maju dalam hidup doa dan menjadi semakin saleh.

June 12th, 2007 at 4:39 am