Can’t believe there is something like that in Internet!!!
For you who don’t know what is pro choice suicide website. I’ll tell you. You can access that, but I really don’t recommend that except you have mentally well prepared.
[maaf, kali ini bacaannya agak berat. Jika anda sedang stress dan mencari bacaan yang menyenangkan, lewati blog ini, aku tidak menyediakannya kali ini]
PROLOGUE
[You can skip this one, not really important though]
12 January, 2006. hari ini bangun pukul 10,00 pagi karena malamnya tidur pukul 2,00 pagi. Sebelum tidur aku masih sempat menganggu para kalong-kalong malam yang masih hidup. Kemudian saat beranjak tidur… tiba-tiba mendengar suara keramaian sedang bernyanyi-nyanyi. Padahal daerah rumahku jelas sangat sepi. Suara itu terdengar sayup-sayup. Kalau ditotal-total, sudah 3 kali aku mengalami hal ini. Sekali di Pondok Indah di mana aku mendengar suara anak kecil bermain-main padahal aku jelas-jelas tidak melihat anak kecil di mana-mana. Yang kedua entah di mana. Tapi aku mendengar suara-suara juga. Percaya bahwa indera keenamku sudah tertutup meskipun tidak rapi (karena aku berdoa tiap malam supaya indera keenamku ditutup saja), aku menyimpulkan bahwa aku benar-benar kurang tidur dan berhalusinasi.
CONTENT
Hari ini seperti biasa merasa menjadi orang tidak berguna karena tidak punya rencana melakukan apa-apa hari ini. Kemudian menyadari perutku mengalami emergency call. Lambung sakit sekali. Dengan terhuyung-huyung langsung menyeduh teh manis dan menyalakan televisi, sebagai salah satu sumber hidup. Pukul 10,00 tepat Oprah Winfrey Show. Sebenarnya Oprah Show di Metro TV adalah hasil ulangan 2 tahun lalu. Tapi tidak mengapa, karena Oprah is really inspiring. I don’t mind watching it twice.
Cerita ketiga dalam Oprah hari ini belum pernah kusaksikan. Begini ceritanya:
Sebutlah A, seorang anak gadis yang periang, memiliki seorang saudari, orang tua masih lengkap. A sangat pintar. Ia bahkan mendapatkan beasiswa penuh di universitasnya. A sepertinya tidak memiliki masalah yang benar-benar berarti. Ia selalu curhat setiap masalah yang dialaminya kepada orangtuanya. Ia menelepon saudarinya seminggu sekali. Curhat, curhat. Suka duka semua diceritakan.
Suatu hari, A menghilang. Kemudian polisi menemukan bahwa ia telah meninggal. Bunuh diri.
Keesokannya, sampai sebuah email. Dari A, isinya kurang lebih begini (maaf, ingatanku agak buruk): “Ayah, ibu, saudariku <siapa kek namanya>, kalau kalian menerima surat ini, berarti aku sudah meninggal. Mungkin kalian tidak mengetahui hal ini, tapi sudah lama aku ingin mati. Ayah, ibu, tidak apa-apa. Kalian boleh menangis. Tapi kematian adalah salah satu bagian dalam kehidupan … <terus sisanya aku lupa berhubung sudah terlalu shock mendengar isi suratnya>
Kematiannya menimbulkan tanda tanya. A menyiapkan rencana bunuh dirinya dengan rapi. Ia meninggalkan kostnya, memberi makan kucingnya, kemudian ia menyewa sebuah kamar di hotel, meminum potasium sianida, dan meninggal dengan tenang di tempat tidur.
Kenapa? Yang tidak diketahui keluarganya selama ini, A selama ini ternyata berhubungan dengan apa yang sudah kusebutkan di atas. Pro choice suicide website. Anda tahu hal ini? Ini adalah website pendukung pilihan bunuh diri. <aku ingat mulutku menganga tidak percaya saat melihat kata-kata itu> ada kurang lebih 100 buah surat dari A di dalam website itu. “… aku bosan hidup, rasanya ingin mengakhiri hidup… aku tidak menemukan sesuatu dalam hidupku yang cukup berarti untuk dilakukan blah2”, “… aku benar-benar ingin mati, tapi hari ini adalah hari ulang tahun adikku, aku tidak ingin bunuh diri di hari ulang tahun adikku…” “… aku benar-benar ingin bunuh diri. Tapi ayahku baru saja kehilangan ayahnya. Mungkin ia akan mengalami kepedihan jika anak perempuannya juga meninggal…”, Surat terakhir “… 2 weeks … 1 weeks… bye everyone, see you on the other side…”
Yang tak bisa kupercaya, suratnya dibalas oleh teman Internetnya “semoga usaha bunuh dirimu berhasil, <nama temannya>”… OMG!!! Itu sih bukan teman namanya. bahkan temannya membantunya mengedit surat terakhir yang akan dikirimkan ke orang tuanya.
Isi website Pro choice Suicide adalah kurang lebih:
-
alasan kenapa kita harus/boleh bunuh diri
-
cara-cara bunuh diri yang ampuh
-
dll <aku tidak tahu dan tidak berniat mengaksesnya>
Aku ingat salah satu alasannya. “Jika kita terus mengalami penderitaan dalam hidup, dan kita tahu bahwa kita akan mengalaminya seumur hidup, kenapa harus meneruskannya?”
Ini kalimat paling pengecut yang pernah kudengar seumur hidupku!!! Bahkan jika aku sakit keras hingga akan meninggal, atau dokter berkata aku tidak punya harapan hidup, atau peramal mengatakan aku sudah akan mati, aku tidak akan berpikir untuk mengakhiri hidupku. Itu melarikan diri. Dan aku tidak melarikan diri dari kesakitan yang kualami. Ketakutan memang selalu ada. Sebagai wanita, aku mengalami menstruasi yang luar biasa sakit 3 tahun terakhir ini. Selalu menjadi langganan UKS SMA. Temanku mengatakan aku seperti mayat hidup, pucat luar biasa. Hampir tidak lulus UAN SMP karenanya. Penderitaan setiap bulan yang selama ini kukira tidak akan berakhir seumur hidupku ini toh tiba-tiba hilang beberapa bulan terakhir ini. Tidak ada rasa sakit lagi. Tidak ada penderitaan yang akan berlangsung seumur hidup. Kita bisa menghilangkannya. Jika anda sakit, cari cara pengobatannya. Bukan mengeluh kenapa anda harus mengalami semua hal ini. Pasti anda melakukan kesalahan sehingga harus mengalami semua hal ini. Bisa saja makanan anda tidak sehat. Bisa saja anda kurang berolahraga.
Tindakan bunuh diri adalah tindakan yang sangat egois. Tindakan lemah seorang manusia.
Hanya ingin bilang, jangan pernah lari dari semua masalah hidupmu. Masalahku sangat banyak, salah satunya adalah kesulitanku dalam menceritakan masalahku ke orang lain. Tapi toh aku belajar sedikit-sedikit. Meringankan beban hatiku. Teman-temanku sangat baik. Aku sangat bersyukur. Aku akan menjadi orang yang jujur dan ramah seumur hidupku. Uang memang penting. Tapi bukan segalanya. Keluargaku tidak kaya. Tapi kami sangat bahagia. Jauh lebih bahagia dari semua saudaraku yang kaya. Aku tidak menyesal diberikan kehidupan ini. Dan aku akan memperjuangkannya.
Jangan pernah berpikir kalian tidak punya arti hidup dalam dunia ini. Jangan berpikir karena kalian tidak bisa mendapatkan nilai bagus, maka kalian tidak berguna <NB: Final Exam bukan akhir hidupmu>. Kalau kalian merasa nilai-nilai itu perlu, perjuangkanlah sebaik-baiknya. Jangan sampai menyesal di kemudian hari. Bahkan jika seumur hidup nanti aku tidak punya pekerjaan, dicemooh, dikucilkan, dan hanya bisa menulis blog tidak berarti seperti ini, aku tetap akan menganggapnya sebagai tujuan hidupku.
The End
“Find your own way. God has prepared choices for you. You can choose it ^^”
seperti biasa, cerita yg mengharukan, ingus gua sampe kuar terus…..pokonya benar2 cerita yg menggugah hati para pemirsa… serasa mendapat ilham dari surga…
January 14, 2007 @ 5:51 amno way i’ll choose death.. i choose to live, no matter how it is done..
January 14, 2007 @ 8:36 amgile dah.. ada website spt itu.. ga jelas.. dunia makin gila..
dat was cool,,,,
January 14, 2007 @ 7:59 pmlife’s just a bag of tricks nwy,,
koq ad seh yg milih jalan kyk gitu!?
January 17, 2007 @ 6:30 pmPENGECUT!!!
-gw stuju ama pesen lo Fi,
n jd manusia jgn pernah berpikir kyk gitu, bunuh diri tuh ga tau trima kasih namanya, dah untung di kasih hidup sama Yang Kuasa, banyak og yg sakit2an tp masih kekeuh mo idup, eh yg sehat malah pilih bunuh diri, bego,bego…